Selasa, 11 April 2017

Berhak Bahagia

Hari ini cukup melelahkan, rutinitas seabrek membuat kepalaku sedikit pening. But, finally ini sudah jam empat lewat, waktunya pulang. Seperti biasa aku duduk di kursi depan bus jemputan. Tanganku mulai asyik memainkan ponsel putih kesayanganku, aku termenung sejanak membaca postingan kakak kelasku di akun instagramnya.
“Membahagiakan diri sendiri itu perlu, agar kamu benar-benar mampu membahagiakan orang lain dengan tulus sepenuhnya.”
What? Benarkah? Biasanya aku seringnya mendengar kalimat bahwa membahagiakan orang lain itu lebih utama, dan kalimat barusan seakan menyuruhku untuk menyenangkan diri sendiri dulu. Aku mulai memikirkannya dalam-dalam. Aku mulai tersadar, yapp bagaimana mungkin kita mau mambuat orang lain tersenyum sedangkan diri kita sendiri sedang menangis? Bagaimana mungkin kita akan menggandeng tangan orang lain jika jari-jari kita terluka? Bagaimana mungkin kita mau menyemangati orang lain sedangkan diri kita sendiri sedang putus asa? Dan masih banyak lagi kalimat tanya bagaiman yang tiba-tiba muncul begitu saja di pikiranku.

 Okay, akhirnya aku bekesimpulan, setidaknya kita dalam kondisi bahagia jika ingin membuat orang lain bahagia. Kita juga tidak boleh menyampingkan hak diri kita sendiri bukan?. Toh sebenarnya untuk bahagia itu juga tak selamanya butuh berlebihan untuk meraihnya, dengan cara bersyukur contohnya. Yappp begitulah sedikit pelajaran yang bisa aku ambil dari sore yang mulai gelap ini.#30WDC5day1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar